Pidato Nabi Muhammad yang Terakhir Sebelum Wafat

  • Post published:
  • Post category:Tokoh

Baru saja kita meninggalkan bulan Rabiul Awal. Di bulan ini Umat Muslim sedunia semarak untuk mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Nah, masih dalam suasana bersyukur akan kehadiran seorang manusia yang menjadi suri tauladan seluruh manusia, simak juga pidato Nabi Muhammad yang terakhir kali semasa hidupnya sebelum beliau berpulang.

Rasulullah Muhammad SAW di Mata Sejarawan Dunia

Sebelum mengetahui pidato Nabi Muhammad sebelum akhirnya menemui ajal yang berisi wasiat-wasiat penting bagi manusia, ketahuilah bahwa Rasulullah SAW adalah panutan bagi manusia. Hal ini bisa dilihat dari penilaian berbagai ilmuwan sejarah yang mempelajari perjalanan hidup Beliau.

Michael H Hart dalam bukunya 100 orang paling berpengaruh di dunia menetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Dia mengatakan “Ia (Nabi Muhammad) satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa, baik dalam hal agama maupun duniawi,”

Quote Michael H Hart, sumber : Goodreads
Quote Michael H Hart, sumber : Goodreads

Sejarawan lainnya yaitu John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford menuliskan, “Nabi Muhammad SAW adalah seorang Nabi dan Rasul Allah yang telah membangkitkan salah satu peradaban besar di dunia.”

Peradaban ini tentu saja peradaban Islam yang berdiri kurang lebih 1300-an tahun Hijriyah.

Afzalur Rahman dalam Ensiklopedi Muhammad Sebagai Negarawan mengungkapkan, “Dalam tempo kurang lebih satu dekade, Muhammad SAW berhasil meraih berbagai prestasi yang tak mampu disamai pemimpin negara manapun. Sebagai seorang penguasa, Muhammad SAW telah memberi sumbangan luar biasa terhadap bangunan filsafat politik dan praktik pemerintahan. Kontribusinya ini menjadi saksi hidup yang membuktikan kebesarannya sebagai negarawan yang jenius dengan kecakapan yang luar biasa.”

Marshal G Hodgson dalam tulisannya yang bertajuk The Venture of Islam mengungkapkan, “Masyarakat Muhammad terdiri atas kaum Muslim dan non-Muslim dalam berbagai ragam derajat keanggotaan. Sejak saat itu, komunitas itu tak lagi sekadar sebuah suku baru yang terdiri atas orang-orang beriman atau bahkan sekadar perkumpulan revolusioner lokal. Masyarakatnya terdiri atas berbagai unsur heterogen yang diorganisasi secara lebih baik dibandingkan sistem organisasi masyarakat Makkah, baik secara religius maupun politik,” papar Hodgson.

Khutbah Nabi Muhammad yang Terakhir

Pidato Nabi atau khutbah beliau untuk terakhir kali sebelum diwafatkan oleh Allah SWT merupakan peristiwa fenomenal. Karena merupakan penutupan dari kepemimpinan Beliau SAW yang berhasil mengubah dunia dengan membangun peradaban Islam yang mulia dan tidak akan pernah bisa disamai oleh pemimpin manapun.

“Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini.

Oleh karena itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadiri di sini pada hari ini.”

“Wahai manusia sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci.

Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi.

Ilustrasi Kaligrafi Muhammad SAW, sumber Serambi Indonesia
Ilustrasi Kaligrafi Muhammad SAW, sumber Serambi Indonesia

Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu.

Allah telah mengharamkan riba, oleh karena itu, segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.”

“Berwaspada terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu.

Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jgalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.”

“Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu.

Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka atas kamu, maka mereka juga berhak diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang.

Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesunggunya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia.

Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.”

“Wahai manusia dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu.

Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu.

Ketahuilah bahwa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal soleh.”

Pidato Nabi yang Terakhir di Haji Wada', sumber : Contoh Seputar Surat
Pidato Nabi yang Terakhir di Haji Wada’, sumber : Contoh Seputar Surat

“Ingatlah bahwa kamu akan mengadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan di atas apa yang telah kamu kerjakan.

Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu berkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.”

“Wahai manusia tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dah fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu.

Sesungguhnya aku tinggalkan kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah Al-Qur’an dan Sunnahku.”

“Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapakanku, menyampaikan pula kepada orang lain.

Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu.”

Setelah mendengar pidato Nabi Muhammad yang terakhir ini, para Shahabat Radhiyallahu ‘anhu menangis. Terutama Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu yang paling memahami bahwa Beliau SAW akan diwafatkan oleh Allah SWT. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW hingga hari kiamat kelak. Nantikan artikel bermanfaat lainnya di podium minimalis.

Leave a Reply