Bagaimana Islam Memandang Minimalisme ? – Minimalisme Dalam Islam

Bagaimana Islam Memandang Minimalisme ? – Minimalisme Dalam Islam

Minimalisme Dalam Kacamata Islam.

Minimalisme Dalam Kacamata Islam

~( وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ )~

“Janganlah kamu berlebih-lebihan (boros). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan” (QS Al-An’am : 141)

( وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا )

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS Al-Furqon : 67)

Assalamu ‘alaikum rekan rekan..

Gaya hidup minimalis tengah digandrugi oleh sebagian masyarakat akhir-akhir ini. Mulai dari publik figur sampai pengusaha seakan mengajak orang banyak untuk menerapkan gaya hidup minimalis.

Fenomena populernya gaya hidup minimalis ini sangatlah wajar mengingat dijaman yang apa-apa serba diukur dengan materi. Sudah banyak dari kita yang muak dan jenuh dengan standar pengukuran kebahagiaan ini..

Maka dari itu gerakan minimalisme sebagai gerakan hidup menjadi sangat disukai oleh banyak orang. Satu alasan karena kita bosan !

Lalu bagaimana islam memandang minimalisme sebagai gaya hidup ?

Seperti yang kita ketahui bahwa islam adalah agama yang Kaaffah. Islam mengatur semua tatanan hidup manusia agar bisa menjaga 4 pilar utama kemanusiaan, yaitu :

  1. Menjaga Agama
  2. Menjaga Jiwa
  3. Menjaga Akal
  4. Menjaga Keturunan
  5. Menjaga Harta

Maka dari itu islam juga turut hadir untuk membimbing kita supaya selamat dalam hidup.

Saudaraku sekalian..

Seperti ayat yang sudah kami kutip di atas.. Allah Ta’ala berfirman kepada kita untuk hidup “Tidak berlebih-lebihan” karena berlebih-lebihan bisa membawa kita kepada kemubadziran, dan Allah ta’ala berfirman orang-orang yang mubadzir adalah sekutunya syaithan.

Maka itu gaya hidup minimalisme sangat didukung oleh islam.

Perlu kita ketahui Minimalisme dalam islam cakupannya lebih luas ketimbang konsep minimalis dalam desain perabotan, furniture dan rumah. Atau minimalisme dalam membeli barang ini dan itu…

Tetapi minimalisme dalam islam mencakup segala hal yang berkaitan dengan apapun tidakan-tindakan kita. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS Al-A’raf : 55)

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang melebihi batas tidaklah baik..

Bahkan Rosul kita pun menerapkan gaya hidup minimalis meskipun dalam riwayat harta baginda nabi sangatlah banyak.. Bayangkan Nabi Muhammad SAW memberikan mahar 20 ekor unta barkah paling berkualitas untuk sayyidatuna Khadijah R.A

1 ekor unta barkah yang berkualitas jika di konversi kepada mata uang kita saat ini bisa seharga 15-50 jt rupiah per-ekornya.

Nah jika kita ambil harga per-ekor nilai tengahnya saja sekitar 35 jt/ekor kita kalikan 20 ekor sama dengan 700 juta! 700 jt rupiah sebagai mahar dari nabi untuk sayyidah Khadijah.

Jaman sekarang kalau ada orang menikah dan memberikan mahar 700 jt rupiah pasti sudah dikategorikan sebagai orang kaya.

Tetapi subhanallah. Rosulullah tetap menerapkan gaya hidup yang minimalis.. ini seakan memberitahu kepada ummatnya bahwa kita harus dan boleh saja kaya tetapi harus tetap sederhana dan tidak boleh sombong..

Dari hasil belajar kami.. setidaknya ada 5 tips hidup minimalis ala Nabi Muhammad SAW yang bisa kita ikuti :

  1. Berpakaian Sederhana
  2. Makan Secukupnya
  3. Barang-Barang yang Tidak Digunakan Bisa Disedekahkan
  4. Membeli Barang Karena Kebutuhan dan fungsi, Bukan karena Keinginan
  5. Tidak Menumpuk-Numpuk Harta

Berpakaian Sederhana

Nabi kita Nabi Muhammad SAW mencontohkan gaya hidup minimalisme dari busana-busana yang beliau kenakan. Rosul tidak menyukai bermewah-mewahan, diantaranya termasuk pakaian yang mewah dan menandakan kseombongan.

Makan Secukupnya

Allah dan rosulnya mengajarkan kita untuk memakan makanan yang Thoyyib. Thoyyib disini artinya bisa memberikan manfaat kepada tubuh dan bergizi cukup. Sehingga dengan makanan tersebut kita mempunyai tenaga untuk terus bersujud kepada Allah..

Justru sebaliknya jika kita makan berlebihan, badan malah terasa lemas, perut sakit sehingga kita tidak bisa konsentrasi saat sholat.

Sedekahkan Barang-Barang Yang Tak Terpakai

Barang-barang yang tak terpakai seringkali menjadi masalah di dalam rumah. Terlebih jika rumah kita sempit. Semakin banyak barang maka rumah terasa semakin sesak dan penuh. Apalagi kalau buanyak sekali barang-barang yang tidak terpakai dan bikin rumah kita berantakan saja.

Tentu hal tersebut bisa mengganggu kesehatan mental kita.

Maka lebih baik kita mensedekahkan barang-barang tak terpakai kepada orang yang lebih membutuhkan.. dengan begitu manfaat dari barang tersebut bisa lebih terasa. Terlebih kita bisa mendapatkan pahala dari bersedekah

Membeli Barang Karena Kebutuhan dan Fungsi, Bukan karena Keinginan

Kita bisa mendapatkan banyak keuntungan jika menerapkan metode ini..

pertama bisa menekan pengeluaran kita dan dari situ kita bisa bersedekah atau menabung.. kedua kita tidak membanjiri rumah kita dengan barang-barang yang tidak perlu.

Dengan begitu rumah jadi terasa lebih luas dan lebih mudah ditata. Kalau rumah tertata rapih kesahatan mental kita juga bisa terus terjaga.

Tidak Menumpuk Numpuk Harta

Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Humazah bahwa Allah memperingatkan orang-orang yang memiliki sifat “humazah”. dan Allah berfirman salah satu sifat Humazah adalah :

ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ

“yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung” (QS Al-Humazah : 2)

Dari surat Al Humazah kita bisa mengambil pelajaran bahwa menumpuk-numpuk harga merupakan prilaku yang tidak terpuji..

Dan dengan dalil ini semakin mendukung kesimpulan bahwa minimalisme merupakan salah satu ajaran islam juga.

Maka dari itu bagi kita kaum muslimin.. kita tentu harus dan boleh saja kaya, tapi tidak boleh lupa bahwa kita harus mengiringinya dengan hidup dengan gaya minimalisme sebagaimana islam mengajarkan kita tentang hidup minimalis dan sederhana.

Terimakasih telah membaca artikel ini. semoga bermanfaat Wassalam.

kami adalah produsen rumahan Mimbar Masjid Minimalis. Jika ikhwah fillah membutuhkan Mimbar Masjid Minimalis bisa menghubungi kami. Syukron

Syauqi Muhammad Najmi

Salah satu penulis di Jaya Podium. Jebolan pesantren yang terjun ke dunia digital marketing dan ingin membuktikan kalau santri itu agile, fleksibel dan bisa menjadi apapun !

Leave a Reply