Mengupas Perbedaan Mimbar, Podium dan Lectern

  • Post published:
  • Post category:Produk

Berpidato tidak lepas dari beberapa perlengkapan pendukung. Salah satunya adalah tempat untuk berdirinya orang yang berpidato. Biasanya orang menyebutnya dengan mimbar atau podium. Mimbar Podium ataupun lectern merupakan tiga benda yang hampir sama. Namun masing-masing sebenarnya memiliki kekhasan tersendiri.

Namun untuk lectern tidak begitu dikenal di Indonesia. benda yang digunakan untuk ‘meja’ presentasi orang yang melakukan pidato hanyalah dua macam yakni mimbar dan juga podium, meskipun podium juga memiliki dua pengertian yang berbeda. Pada artikel kali ini kami akan mengupas mengenai mimbar podium maupun lectern.

Mimbar

Mimbar merupakan kata serapan dari bahasa arab yang berbunyi minbar. Mimbar biasanya berdiri tegak untuk pengkhotbah di gereja Kristen ataupun masjid kaum Muslim. Dalam bahasa nggris menggunakan kata pulpit. Mimbar secara tradisional dibuat dengan posisi yang lebih tinggi jauh di atas lantai sekitarnya agar dapat didengar dan dilihat oleh para audiens.

Karena itu biasanya mimbar diakses dengan menggunakan tangga. Posisi pengkhutbah biasanya setinggi pinggang atau terkadang pada masjid kaum Muslim seperti mimbar bersejarah Masjid Al Aqsha lebih tinggi lagi, tidak hanya sepinggang. Namun untuk mimbar yang saat ini diproduksi mulai bervariasi, bahkan tidak terlalu tinggi.

Mimbar Podium
Mimbar ternyata ada pada tradisi gereja, masjid dan sinagog. Sumber Unsplash

Sejak akhir abad pertengahan dan seterusnya, mimbar sering memiliki kanopi yang dikenal sebagai papan suara atau abat-voix di atasnya. Papan suara ini biasanya dibuat dari kayu. Meskipun kadang-kadang didekorasi dengan tinggi, namun kanopi ini bukan sekedar memiliki nilai dekoratif, akan tetapi dapat memiliki efek akustik.

Efek akustik inilah yang berguna dalam memproyeksikan suara pengkhotbah kepada jemaat di bawah karena pada masa lalu belum ada pengeras suara. Karena mimbar di masa lalu memiliki ukuran yang cukup besar, maka pada mimbar juga terdapat rak buku yang di jadikan tempat untuk menaruh kitab suci atau buku lainnya.

Pada tradisi Katholik penggunaan mimbar untuk para pendeta diatur dalam peraturan gereja Katolik Roma, dan beberapa peraturan lainnya. namun peraturan ini terkadang tidak selalu dipatuhi. Bahkandalam kelompok lain di Katholik ada penambahan mimbar kecil yang difungsikan untuk masyarakat awam, bukan pendeta.

Sedangkan di dalam Islam penggunaan mimbar sudah dicontohkan oleh Rasulullah. Meskipun mimbar nabi di masa itu dibuat dengan batu bata dan terlihat sangat sederhana, namun mimbar tersebut memiliki fungsi untuk menjadikan posisi nabi sebagai orang yang berpidato menjadi lebih tinggi sehingga dengan mudah dilihat oleh audiens, begitu juga nabi dengan mudah mengenali semua audiensnya.

Penggunaan mimbar selain ada di tradisi Islam dan kelompok nasrani ternyata juga digunakan oleh peradaban Yunani Kuno yang disebut dengan bema danjuga ditemukan pada sinagog Yahudi. Dari mimbar tersebutlah dikeluarkan, diajarkan dan dimaklumatkan segala bentuk keputusan dari otoritas agama pada waktu itu.

Podium

Podium adalah platform yang digunakan untuk menaikkan sesuatu ke jarak dekat di atas lingkungannya. Kata podium berasal dari bahasa Yunani πόδι (berarti : kaki). Dalam arsitektur istilah podium juga ditemukan sebagai bgian yang menumpu bangunan. Podium juga digunakan untuk memberikan aba-aba dan menggerakan sekelompok orang seperti misalnya konduktor orkestra.

Dalam olahraga, podium juga digunakan untuk memberikan tempat istimewa bagi tiga pemain yang memperoleh nilai teratas dalam pertandingan seperti Olimpiade. Dalam Olimpiade, podium tiga tingkat digunakan. Dalam tradisi olahraga level tertinggi di tengah memegang peraih medali emas. Di sebelah kanan mereka adalah platform yang agak lebih rendah untuk peraih medali perak, dan di sebelah kiri peraih medali emas adalah platform yang bahkan lebih rendah untuk peraih medali perunggu.

Secara umum istilah podium digunakan untuk tempat pembicara memberikan paparannya, dimana podium bisa difungsika untuk menaruh teks, gadget, mikrofon dan benda lain yang diperlukan untuk presentasi. Untuk bentuknya tidak seperti mimbar yang cenderung masih mempertahankan gaya kuno, podium dbuat dalam beragam bentuk dan gaya. Podium minimalis adalah podium paling populer digunakan.

Lectern

Dalam wikipedia bahasa Inggris, kata lectern dari bahasa Latin lectus, yang mengacu pada meja baca, dengan bagian atas miring, biasanya posisi miring tersebut memudahkan untuk meletakkan dokumen atau buku yang mendukung pembacaan dengan lantang, seperti dalam pembacaan ayat suci, ceramah, atau khutbah .

Berbeda dengan mimbar yang terkadang digunakan dengan sambil duduk, lectern digunakan dengan berdiri. Karena itu agar memungkinkan dipakai oleh siapapun maka posisi meja baca tersebut bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Setia pembicara mungkin memiliki tinggi postur tubuh yang berbeda-beda.

Mimbar Podium
Lectern bentuknya lebih sederhana dan meja bacanya miring. Sumber Unsplash

Namun untuk di Indonesia, benda ini masuk dalam kategori podium meskipun meja bacanya miring atau lurus, selama memiliki bentuk yang berbeda dari mimbar maka benda tersebut akan disebut dengan podium. Biasanya penggunaannya ada pada ceramah akademis, ceramah agama selain khutbah dan juga ceramah atau pidato lainnya.

Itulah ulasan mengenai mimbar podium dan lectern yang bisa kami sampaikan. Untuk anda yang menginginkan podium dengan gaya minimalis terkini, anda bisa mempercayakannya kepada PodiumMinimalis.Com, perusahaan produsen podium dan mimbar berpengalaman. Nantikan artikel kami lainnya tentang tips lancar berpidato. Terima kasih.

Leave a Reply