5 Rukun Khutbah Jumat yang wajib dipenuhi – Mari pelajari

5 Rukun Khutbah Jumat yang wajib dipenuhi – Mari pelajari

Rukun Khutbah Jumat

Bismillah

Assalamu ‘alaikum wr wb

Bagi laki-laki muslim yang baligh, jum’atan adalah ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap mukallaf.

1 miggu sekali pelaksanaannya. Dan kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk mendengarkan Khutbah Jum’at yang disampaikan oleh khotib sebelum mendirikan sholat 2 rokaat bersama imam.

Tapi tahukah anda rukun-rukun Khutbah jumat yang wajib dipenuhi oleh khotib ?

Seorang khotib diwajibkan memenuhi 5 rukun khutbah dengan Tartib atau berurutan dan muwalah atau berkesinambungan.

Selepas naik ke atas mimbar dan mengucapkan salam, lalu muadzin mengumandangkan adzan. Maka seorang khotib harus memenuhi 5 rukun dibawah :

Rukun khutbah jumat

Kelima rukun khutbah jumat itu adalah :

01. Memuji Allah dengan Tahmid. atau dengan ucapan apapun yang mengandung puji-pujian kepada Allah.

Pertama, Khotib mengucapkan kalimat kalimat pujian kepada Allah SWT. Boleh menggunakan lafadz apapun yang bertujuan untuk memuji Allah seperti kata حمدا وشكرا لله atau menggunakan lafad yang sudah umum dipakai yaitu الحمد لله

Syekh Sayyid Sabiq mengatakan :

.شرع بالثناء على الله وعلى رسوله

“Di syari’atkan untuk memuji Allah dan Rosulnya” (Syekh Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, Hal 2017)

02. Mengucapkan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW di khutbah pertama dan kedua, dengan lafadz ucapan apapun yang penting bertujuan untuk bersholawat.

Contoh paling bacaan sholawat basic yang biasa dipakai para khotib di Indonesia adalah :

اللهم فصل و سلم على سيدنا محمد, صلى الله عليه و سلم

Namun tidak ada lafadz yang di khususkan. Jadi bisa menggunakan lafadz Apapun yang mengandung kata “Ash-Sholatu” dan kata “As-Salamu”

03. Memberikan Wasiat taqwa di khutbah pertama dan khutbah kedua dengan lafadz apapun yang mengajak kepada ketaqwaan.

Kita bisa ambil juga contoh paling basic yang biasa kita dengar dan biasa dipakai oleh khotib yaitu :

يا ايها الناس, أصيكم و نفسي بتقوى الله و طاعته لعلكم ترحمون, و قال تعالى : يا أيها الناس اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا و أنتم مسلمون

Yaitu dengan memberikan wasiat taqwa dalam bahasa arab dengan diikuti membaca surat Ali Imron ayat 201.

04. Membacakan salah satu ayat Al-Quran pada salah satu dari dua khutbah.

Yaitu dengan membaca ayat Qur’an yang dapat memberikan pemahaman apapun kepada jama’ah jumatan. Contohnya kita bisa membacakan ayat Qur’an yang bisa mengingatkan Jama’ah kepada Syurga & neraka atau dengan ayat-ayat yang memberikan Mau’idzhoh hasanah

05. Membacakan do’a untuk kaum mukminin di khutbah kedua.

Contoh yang biasa kita dengar atau juga biasa dipakai oleh khotib-khotib jum’at adalah :

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات

“Ya Allah, Ampunilah Seluruh muslimin (muslim laki-laki) dan muslimat (muslim perempuan) dan mukminin (mukmin laki-laki) dan mukminat (mukmin perempuan) yang masih hidup maupun yang telah wafat”

Makna dan kandungan dari do’a ini sangat dalam sekali.

Hadits riwayat Muslim, Rosul bersabda :

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya, “Tidak ada seorang hamba Muslim yang berkenan mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat ‘Kamu juga mendapat sama persis sebagaimana doa yang kamu ucapkan itu,” (HR Muslim: 4094).

Subhanallah, jika kita telaah hadits diatas, maka sungguh luar biasa keutamaan dari mendoakan sesama muslim.

Dan hendaknya setiap jama’ah meng-aminkan doa-doa yang dipanjatkan oleh khotib agar kita semua bisa saling mendoakan satu sama lain.

Jika anda mencari doa-doa yang dibacakan khotib saat khutbah anda bisa mempelajarinya saat menjadi ma’mun jumatan..

Demikian 5 Rukun Khutbah Jumat yang wajib dipenuhi khotib. Dan jangan lupa, kelima rukun ini harus dijalankan secara Tartib alias berurutan ya.

Ikhwah sekalian yang disayangi oleh Allah. Jika ikhwah sekalian mendapati ada kesalahan dalam penulisan kami di artikel ini.

Mohon kesediaan hatinya untuk menguhubungi kami via komntar di post ini. in sya Allah setelah kami validasi, akan segera kami revisi.

Selanjutnya, jika saudara sekalian mendapati adanya perbedaan pendapat dengan kami, boleh saudara tulis pendapat saudara di kolom komentar di post ini.

Demikian harapannya artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Amiin

Jazakumullah khairon kepada rumahyo.com dan islam.nu.or.id yang telah menjadi inspirasi saya membuat artikel ini.

Wallahu a’lam bis shawab.

Syauqi Muhammad Najmi

Salah satu penulis di Jaya Podium. Jebolan pesantren yang terjun ke dunia digital marketing dan ingin membuktikan kalau santri itu agile, fleksibel dan bisa menjadi apapun !

Leave a Reply